Posts

Showing posts from February, 2018

Menunggu waktu

Karena pada dasarnya kita seperti punya banyak waktu, Kenyataannya waktu dapat menggrogoti apapun. Begitu juga segala kesempatan. Semua ada limitnya. Semua ada batasnya. Setiap saat kita semua sedang menyiapkan diri. Menuju suatu yang tak pasti. Suatu yang penuh resiko. Semua yang akan terjadi begitu saja. Tidak menunggu kesiapan kita. Ada saatnya tanpa apapun kita merasa puas dan bahagia. Namun ada hari dimana kita memiliki segalanya dan hampa. Bukan, bukan keadaan yang membuat hati kita penuh, Tapi sesuatu jauh di lubuk jiwa yang ntah dimana itu letaknya. Hidup sungguh mengerikan, Jika kita tidak ingat mati. Meski bukan itu yang kita tuju, Tapi tak terelakkan bahwa kenyataan sepahit itu. Ada satu hal yang jauh lebih pahit, Yaitu hidup dengan jiwa yang mati. Terkatung tanpa arah menunggu waktu, Dan mempertanyakan apa gunanya hidup. Dan menunggu sambil menyesali yang ada. Ya... Itu ada. Mungkin jauh di dalam dirimu. Aku harap ia tak akan pernah muncul. Tak aka...

Nada dan Nadi

Kau itu seperti nada dalam nadiku. Nadiku bernada karnamu. Nada nada sendu pilu nan lara yang tak terdengar. Entah bernada apapun kamu dalam nadiku, kamu akan selalu bernada, untukku. Jangan pernah berhenti, bernada. Setidaknya bernadalah untuk dirimu. Aku tahu, nadi tidak teraba lebih bahaya dari nada yang terhenti. Namun bila itu berkaitan, setidaknya harus kupertahankan nadaku. Itu bukan yang ingin kau sampaikan? Nada dan nadi saling terikat.  Mereka berirama. Kamu mau membuat nada bagaimana? Kalo aku,  mau membuat mereka saling mengejar. Kalau aku, aku ingin membuatnya saling terikat dan berjalan beriringan. Ingin mereka berada dalam tempo yang serupa meski tak sama. Setujuuu Ah,  entahlah. Apakah untuk saat ini nadiku bernada atau tidak. Apa karna sudah terlalu lama bernada dengan tempo sama setiap saat? Seperti mati rasa. Nadi mungkin memang kadang tidak terasa, namun dia terus berdenyut. Coba saja kau sentuh. Dan nada justru yang harus kamu rasa, kare...

Renungkanlah Para Orang Tua

Seberapa toksik pertikaian kalian akan melukai anak-anak? Kalian tidak akan pernah tahu. Kalian merasa kalian yang paling menderita, nyatanya? Kalian yang berbuat masalah, kami yang harus menanggung. Apa kalian tidak bisa menyelesaikan semua masalah dengan baik baik? Dimana kedewasaan kalian? Kami dituntut dewasa sebelum waktunya. Harus peduli dengan masalah kalian yang tidak akan ada ujungnya. Renungkanlah... Kami juga punya masalah yang harus kami selesaikan. Kami juga harus menata masa depan kami. Kami tidak minta dilahirkan. Kami tidak banyak menuntut kalian untuk menjadi ideal. Kami hanya mau kalian bahagia. Kalian hidup dengan baik. Apa ini saja sulit buat kalian? Apa kalian pikir kami tidak punya hati dan perasaan? Jangan beralasan semua itu demi kami. Jika benar adanya demi kami, kalian tidak akan saling menyakiti seperti ini. Mohon kiranya jangan libatkan kami yang sudah tidak mampu. Kapasitas kami sudah terlalu penuh menghadapi hal hal toksik yang kalian ...

Bahagiaku.

Bahagiaku adalah ketika kita bisa berbincang dalam suatu frekuensi yang tak bisa dijelaskan dengan kata apapun, hanya bisa dirasa tanpa dipertanyakan. Semarang, 10 Februari 2018 - Viba * By request dalam waktu 5 menit

Bukan Kematian.

Bukan, bukan kematian yang paling menakutkan. Bukan kematian yang menyedihkan. Tapi penyesalan yang timbul ketika akan menghadapi kematian itu sendiri. Penyesalan atas waktu yang tidak kita pergunakan dengan baik. Penyesalan telah memanipulasi dan menelantarkan diri. Hidup bukan hanya tentang waktu, Bukan tentang panjang atau pendeknya perjalanan... Tapi tentang bagaimana kita mengisi perjalanan itu sendiri. Kalau kamu masih dikalahkan oleh ketakutanmu, Kalau kamu masih terkukung dalam sedih dan merana. Hanya ada dua pilihan, menyerah atau bangkit. Karena kenyataan kita masih ada disini, Artinya kita masih punya harapan. Sekecil apapun itu... Semarang, Februari 2017 - Viba * Catatan kecil untuk di tampilkan pada Staff Appreciation Night RS Columbia Asia Semarang

Obrolan suatu sore: Tentang Rindu

...... Iyaa kayak anyang2an, kaya lg anget2nya pacaran gituu tp keburu putus Kaya lagi kangen2nya ditinggal tanpa kejelasan??? 😔 Betul banget. Aku ga mau rindu, kata dilan rindu itu berat, aku nyerah.  Maunya deket teruss Rindu itu sepi, cuma ada kamu dimanapun Kata orang, rindu itu sepi. Tapi entah kenapa otakku terdapat pesta pora yang isinya cuma ada kamu. Itu bukan pesta pora, tapi gema dari gemuruh yang membuncah. Kamu jangan salah arti. Tidak salah arti, namun pesta pora sedang terjadi saat ini. Yang terjadi padaku adalah upacara kematian berkali kali rasa rindu yang ingin kusudahi. Aku menyikapinya begitu... Kata orang rindu itu indah. Namun bgiku ini menyiksa.. *nyanyi Jangan dengar kata orang. Coba kamu dengar 'lagu rindu'... *ikut nyanyi Sebenarnya, pada siapa kau menitipkan rindu? Pada angin yang tak terlihat namun terasa, atau pada kekuatan pikiran yang tiba2 memenuhi dada? Pada ia yang dalam sekejap memiliki degup di dadaku, hingga mereka...