Obrolan suatu sore: Tentang Rindu

......

Iyaa kayak anyang2an, kaya lg anget2nya pacaran gituu tp keburu putus

Kaya lagi kangen2nya ditinggal tanpa kejelasan??? 😔

Betul banget. Aku ga mau rindu, kata dilan rindu itu berat, aku nyerah.  Maunya deket teruss

Rindu itu sepi, cuma ada kamu dimanapun

Kata orang, rindu itu sepi. Tapi entah kenapa otakku terdapat pesta pora yang isinya cuma ada kamu.

Itu bukan pesta pora, tapi gema dari gemuruh yang membuncah. Kamu jangan salah arti.

Tidak salah arti, namun pesta pora sedang terjadi saat ini.

Yang terjadi padaku adalah upacara kematian berkali kali rasa rindu yang ingin kusudahi. Aku menyikapinya begitu...

Kata orang rindu itu indah. Namun bgiku ini menyiksa.. *nyanyi

Jangan dengar kata orang. Coba kamu dengar 'lagu rindu'... *ikut nyanyi

Sebenarnya, pada siapa kau menitipkan rindu? Pada angin yang tak terlihat namun terasa, atau pada kekuatan pikiran yang tiba2 memenuhi dada?

Pada ia yang dalam sekejap memiliki degup di dadaku, hingga mereka berkhianat padaku. Bahkan pikiranku dikuasai senyumnya. Meski ia kini hilang seperti angin.

Percayalah, ketika ia menghianatimu, diujung ruang hati masi ada ruang untukmu. Disana.

Ya aku coba untuk percaya itu. Karena pada dasarnya, tidak mungkin rasa mendalam tanpa sebab. Adakalanya ia bertemu dalam suatu fenomena yang tak bisa dijelaskan. Anggap saja ada.

Ada, dan selalu. Semesta 'kan mendukung.
Sebenarnya, meski ia hilang seperti angin. Angin tak akan berhianat. Ia selalu ada menyapu lembut pipimu ketika ada aliran hangat bergulir dari ujung matamu.

Biarlah semua tanya tak terjawab menjadi rindu yang tertimbun. Yang sewaktu nanti akan menghilang tanpa jejak, atau menjadi harta karun yang kau temukan lagi.

Benar, tiap pertanyaan tak harus ada jawaban. Biar tetap terkunci apik di persimpangan jalan. Dengan begitu tiap orang akan berusaha membukanya.
Aku rencananya abis magrib mau mungutin retakan2 hati yg baru aja pecah. Mau aku perbaiki, kalo bisa.

Berdoalah untuk sesuatu yang tak sempurna, karena tidak ada artinya diri ini dihadapan yang sempurna. Kalau kau mau perbaiki, beri ruang untuknya.

Selalu dan selalu, ku sisakan ruang. Untuknya yg telah kuberanikan diri untuk merindunya.

Kamu jangan takut. Tidak ada rindu yang lebih indah dari doa yang kau lantunkan untuk kebahagiaannya. Tak perlu ia tahu, namun Tuhan tahu.

Semarang, 7 Februari 2018

Kolaborasi Spontan
Huruf tegak : @windiproject
Huruf miring: @vibaholic

Comments

Popular posts from this blog

Kepadamu

Menjadi Dewasa

Random thought.