Semu

Di titik ini aku lelah.
Semua serasa tak berarti.
Aku hanya menyayangkan perubahanmu.
Entah bagaimana kita sudah sampai disini.
Diujung perjalanan kita untuk tetap saling beriringan.
Meski nyatanya kamu ternyata sudah jauh meninggalkanku.
Dan aku tak bisa mendampingimu yang berjalan terlalu cepat.
Sebut saja aku naif. Sebut saja aku bodoh.
Aku yang masih tetap berharap, sedikitnya punya arti untuk kamu.
Sedikitnya kamu merasa bersyukur pernah memiliki aku.
Sudahlah…
Biarkan aku nikmati rasa ini. Rasa sakit yang kamu beri.
Dengan kebaikanmu (yang mungkin semu) yang aku percaya sepenuhnya.
31/10/2016

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Kepadamu

Menjadi Dewasa

Random thought.