Gerimis tanpa makna.

Kepada hujan, ingin kutitipkan rindu yang menggelora.
Ketika rintiknya turun dihatiku.
Tak tertahankan.
Ada hasrat yang bergemuruh.
Namun aku terlalu takut terlarut kembali.
Dalam derasnya perasaan padamu.
Apa disana juga sedang hujan?
Apa pesanku sampai padamu?
Aku rindu dan bimbang.
Terlalu banyak sosokmu.
Tak semua ingin kutemui kembali.
Hanya sebagian dari dirimu yang aku inginkan.
Dan mungkin itu sosok yang semu.
Meski aku percaya kamu tak sejahat itu.
Aku tak bisa kembali.
Karena bukan hanya aku yang pergi.
Tapi kamu yang tidak menahanku.
Dan aku tahu, aku hanya sepenggal kisah yang mudah terlewati.
Seperti gerimis tanpa makna.
25.05.2016. 22:55

Comments

Popular posts from this blog

Kepadamu

Menjadi Dewasa

Random thought.