Stop judging.
"Ah si A mah gak baik, gak kaya si B. Si A pelit, boro-boro ngasih orang tua. Kalo si B biarpun penghasilan lebih dikit dari si A tapi mau beliin teh dan makanan buat dirumah. Si B klo datang mah melenggang aja."
Kenyataannya...
Si A itu memang sudah punya rumah sendiri dan tinggal dirumahnya. Mungkin penghasilannya lebih besar, tapi kebutuhannya juga gak kalah besar karena dia sudah mandiri. Si B yang dibilang suka belikan teh dan keperluan rumah memang masih tinggal dengan ortu padahal sudah punya rumah sendiri. Dan rumahnya dikontrakkan.
Kalau menurut logika saya sih wajar aja kalo sekedar beli teh dan sesekali makanan. Toh makanan sehari2 dan tinggal juga masih dengan orang tua. Dimana untuk hidup mandiri ada biaya makan sehari2, bayar listrik air telkom dsb, dan lainnya yang gak perlu kita keluarkan saat masih tinggal dengan ortu.
So don't judge.
...
"Anaknya si A mah cengeng, suka jerit-jerit, gawat kelakuannya. Klo anak si B mah baik kelaku. Dari lahir jarang nangis dan gak banyak nyusahin".
Ini cerita tentang 2 bayi yang berusia dibawah 6 bulan.
Saya sempat bingung, bagaimana seseorang bisa melebel bayi seumur itu. Kalaupun memang iya, bukankah mereka punya hak untuk berbeda? Berbeda itu bukan berarti buruk kan?
Seperti juga kita, setiap orang punya hak penuh untuk menjadi dirinya sendiri terlepas dari baik atau buruk (terhadap orang lain). Ketika kita terlalu menilai seseorang, apalagi seorang anak. Secara tidak langsung kita menyeragamkan anak (yang akan tumbuh menjadi dewasa) seperti yang kita mau, dan mengurangi kemapuannya untuk berkreasi atau menjadi kreatif. Mungkin juga mereka akan jadi pribadi kaku yang hanya tau benar dan salah dari sudut pandangnya saja.
Saya rasa dalam perjalanan ini bukan masalah salah atau benar, buruk atau baik, hebat atau tidak saja. Tapi alam dan lingkungan berkolaborasi memberikan kita pelajaran masing-masing. Sebuah skenario dimana kita menjadi pemeran utamanya.
Pelajaran dan jalan hidup saya tidak sama dengan kamu, tujuan dan prioritas saya juga mungkin tidak sama dengan kamu. Yang saya alami tidak lebih baik atau tidak lebih buruk dari kamu. Jadi hargailah apa yang ditempuh orang lain.
Berbagilah. Dengan berbagi kadang kita bisa belajar tanpa perlu mengalaminya.
So stop judging people! Be wise and tolerance.
You are not good enough to judge me. So am I.
Sekedar opini disaat dada membuncah dan tidak reda ketika dielus.
-V-
Comments
Post a Comment