Teruntukmu

Satu hal yang paling aku sukuri adalah entah bagaimanapun keadaannya aku merasa kamu ada. Jauh dekat kamu ada, waktu sibuk atau luang kamu ada.

Aku tak tahu bagaimana Tuhan bisa mengatur sedemikian rupa hingga kita bertemu, berjalan begitu adanya dan beralih ke dalam suatu titik nol lagi yang kita mulai bersama.

Asal kamu tahu, aku tidak memilihmu. Tapi Tuhan yang memang menghadirkan kamu untuk aku. Dan aku harap akan terus begitu sampai akhir.

Aku tahu saat ini aku bagai ribuan, bahkan jutaan orang lainnya yang menuliskan sesuatu atas dasar rasa. Yang mungkin sebagian orang akan muak membacanya. Dan aku bahkan tak peduli berapa banyak orang yang menulis seperti ini. Yang pasti bukan dari aku dan tidak untuk kamu.

Aku tahu, kita tak bisa menjamin seperti apa masa yang akan datang? Tapi kalau kita bekerjasama, semua akan dilalui dengan indah bukan? dan akan terus seperti itu.
Tak sedikit pasangan yang kandas ditengah jalan, berkhianat, ditinggal, kekerasan, dan sebagainya. Lalu gimana kita? Kita hanya bisa saling menjaga dan berusaha.

Aku tak mau meributkan jarak, karena itu seharusnya tak jadi masalah bila kita terkait kebutuhan hakiki. Saling mengisi ruang kosong masing-masing.

Aku juga tak akan meributkan seberapa sering kita berkomunikasi secara nyata. Karena aku tahu, hati kita telah berkomunikasi dalam satu frekuensi tanpa perlu dipaksakan.

Dan aku percaya...
Bahwa kamu ada untuk aku. Karena itu kutitipkan impian dan cita-citaku bersamamu.

- V -
22 Mei 2013 | 3 month before our 5th anniversary

Comments

Popular posts from this blog

Kepadamu

Menjadi Dewasa

Random thought.