Nyaris Terlambat

Beberapa saat yang lalu, ada salah satu kerabat yang curhat sama saya. Dia kesal dan bingung karena adiknya marah dan mengeluarkan kata-kata kasar (yang selama ini gak pernah). Bahkan sampai bilang mau keluar dari rumah dan ngekos. Ibunya langsung histeris dan bilang mau jual rumah sekalian kalau adiknya ngekos. Nah si kakak yang cerita sama saya ini memang sedang menjalankan aksi protes karena ada sedikit gencatan senjata akibat keluarga bapaknya beberapa saat lalu. Ia juga benci karena merasa bapaknya membela keluarganya (om-omnya).

Sebenernya keadaan si bapak memang sedang kurang baik. Bapaknya mengindap beberapa penyakit, namun kondisi terakhirnya ketika bertemu si kakak masih terlihat baik. Tak berapa lama setelah itu sang bapak pun dirawat, dan si kakak tak sekalipun datang. Si adik memaksa kakak untuk datang dan menjenguk. Si kakak marah karena merasa si adik tak ngerti perasaannya. Dan si adik marah karena tak seharusnya si kakak benci sama bapaknya hanya karena masalah keluarga bapaknya.

Dihari si kakak bercerita dengan saya, akhirnya ia mengalah dan pergi ke Rumah Sakit. Berdamailah mereka semua, saling meminta maaf. 

Kemudian 4 hari setelah itu Sang Bapak menghembuskan napas terakhirnya.

Moral of the story: 
Kita tak akan pernah tahu kapan orang yang kita sayangi akan meninggalkan kita atau bahkan kita yang meninggalkan mereka. Kadang ego dapat menutup mata hati dan seringkali meninggalkan sebentuk sesal. Berbagai bentuk kesalahpahaman kadang mengiringi langkah kita. Kadang kita tak (mencari) tahu suatu kenyataan sampai semua itu terlambat. 

Saya salut dengan sikap keras si adik yang rela dibenci untuk membahagiakan sang bapak dan mencegah penyesalan buat si kakak. Dan juga berhasil 'mengancam' si kakak untuk menurunkan egonya.
Dan untungnya si kakak mengambil keputusan yang tepat untuk mengalah dan berdamai kembali. Saya tak terbayang gimana perasaan si kakak bila ia terlambat melakukan semua ini.

--

Semoga kita tak pernah terlambat untuk menunjukkan rasa sayang dan peduli kepada orang-orang yang kita sayangi dan cintai.


With much love,

Viba

Comments

Popular posts from this blog

Kepadamu

Menjadi Dewasa

Random thought.