Untuk Kamu Yang Sedang Gelisah
Apakah kamu merasakan kegelisahan yang teramat sangat?
Merasa kehilangan sesuatu yang harusnya tidak kamu pertahankan?
Apakah kamu memaksa dirimu untuk berhenti mencintai?
Atau justru berada dalam suatu ketidakpastian?
Apakah kamu berpikir bagaimana kamu menjalani hari esok dengan keadaan ini?
Kamu cemas, tertekan dan semakin kamu coba malah semakin terjerat?
Dan semakin kamu merasa hal itu berharga?
Apakah kamu kira ini bukan jalan terbaik dari pilihanmu dan kamu ingin kembali?
Atau kamu ingin memutar lebih jauh?
Dan kamu merasa jalanmu mulai terseok-seok?
Kamu merasa sendiri, bahkan ketika bersama orang lain?
Percayalah...
Kamu tidak sendiri kawan.
Mungkin...
Kamu menangis tanpa air mata, jauh di lubuk hati.
Atau bahkan air mata justru tidak berhenti mengalir.
Tak ada yang bisa mengukur kesedihan.
Tapi...
Semua ini fase yang harus kamu dan saya lewati,
Apapun jalan yang kamu pilih pasti ada hikmah dan pelajarannya sendiri.
Sesakit apapun itu, ketika terlewati kamu akan tahu.
Bagaimana waktu dengan kejamnya menyembunyikan maksud itu semua.
Menerima akan lebih baik dari menyangkal dan menutup mata berpura-pura tak terjadi.
Awalnya kamu akan menyangka tak akan bisa bangkit dan meneruskan ini semua.
Tapi percayalah... jika kamu menerima, semuanya akan terasa lebih ringan.
Dan terselesaikan dengan cara yang tak kamu duga.
Sekali lagi, kamu tak sendiri.
Bengkalis,
15 Juli 2012 03:36
:)
Merasa kehilangan sesuatu yang harusnya tidak kamu pertahankan?
Apakah kamu memaksa dirimu untuk berhenti mencintai?
Atau justru berada dalam suatu ketidakpastian?
Apakah kamu berpikir bagaimana kamu menjalani hari esok dengan keadaan ini?
Kamu cemas, tertekan dan semakin kamu coba malah semakin terjerat?
Dan semakin kamu merasa hal itu berharga?
Apakah kamu kira ini bukan jalan terbaik dari pilihanmu dan kamu ingin kembali?
Atau kamu ingin memutar lebih jauh?
Dan kamu merasa jalanmu mulai terseok-seok?
Kamu merasa sendiri, bahkan ketika bersama orang lain?
Percayalah...
Kamu tidak sendiri kawan.
Mungkin...
Kamu menangis tanpa air mata, jauh di lubuk hati.
Atau bahkan air mata justru tidak berhenti mengalir.
Tak ada yang bisa mengukur kesedihan.
Tapi...
Semua ini fase yang harus kamu dan saya lewati,
Apapun jalan yang kamu pilih pasti ada hikmah dan pelajarannya sendiri.
Sesakit apapun itu, ketika terlewati kamu akan tahu.
Bagaimana waktu dengan kejamnya menyembunyikan maksud itu semua.
Menerima akan lebih baik dari menyangkal dan menutup mata berpura-pura tak terjadi.
Awalnya kamu akan menyangka tak akan bisa bangkit dan meneruskan ini semua.
Tapi percayalah... jika kamu menerima, semuanya akan terasa lebih ringan.
Dan terselesaikan dengan cara yang tak kamu duga.
Sekali lagi, kamu tak sendiri.
Bengkalis,
15 Juli 2012 03:36
:)
Comments
Post a Comment