Genggam tanganku sampai akhir
Saat perjalanan Semarang - Jakarta beberapa waktu yang lalu, saya duduk bersebelahan dengan pasangan nenek dan kakek. Ntah kenapa saya merasa mereka teramat sangat saling menyayangi. Sang kakek dengan jalan yang sudah tidak tegap lagi bersikap sebagai pelindung yang bisa diandalkan untuk sang nenek. Di dalam pesawat mereka tertidur dengan saling menopang kepala dan saling menggenggam tangan. Sungguh pemandangan yang mengharukan dan juga menyejukkan dada saya.
Saat itu saya baru saja mengunjungi suami saya yang sudah hampir 8 bulan tinggal di Semarang untuk bersekolah lagi dan saya masih tinggal di Bengkalis (Riau). Pikiran saya menerawang, membayangkan. Akankah saya merasakan apa yang nenek itu rasakan? Akankah ketika seluruh tubuh ini keriput suami saya tetap mendampingi dan mengenggam tangan saya?
Saya tersenyum sendiri melihat gambaran disamping saya. Sayang saya tidak berhasil memfoto, karena nenek itu sering terbangun dari tidurnya :(. Pemandangan ketika turun pesawat juga masih membuat saya terharu. Mereka berjalan bergandengan, dan sang kakek membawakan tas nenek. Sepertinya kaki nenek itu sakit. Dituntunnya pelan-pelan dengan sabar, nenek mengikutinya dengan pasrah. Seakan begitu percayanya dibawa kemanapun.
Mungkin saya berlebihan atau mendramatisir, tapi itulah yang saya rasakan. Ada sesuatu dibalik itu. Sesuatu yang menimbulkan sebuah harapan sederhana tentang kebahagiaan bagi saya.
'Semoga tangan ini tetap saling bergandengan sampai akhir ;)'
*diatas adalah foto kakek dan nenek tersebut

Comments
Post a Comment