Cinta itu Dinamis

Baru-baru ini ada salah satu orang didekat saya yang cerita. Tentang hubungannya dengan pacarnya. Sebelum pacaran mereka adalah teman satu geng, ntah bagaimana mulanya lelaki ini mendekati si perempuan. Kemudian setelah intens akhirnya si perempuan luluh dan mereka jadian.

Sebelum jadian si lelaki ini menghadiahi si perempuan sepasang boneka beruang besar dan memberikan coklat sebagai hadiah ulang tahunnya. Lelaki ini juga sering membelikan coklat siverqueen, chitato, coca-cola, dan makanan yang disukai oleh si perempuan.

Hubungan mereka berjalan mulus selama 3 bulan. Namun sayangnya memasuki bulan ke 4 si lelaki tiba-tiba berubah. Seakan menjalaninya dengan malas-malasan. Jarang sms, bahkan hampir tak pernah. Di smspun jawabnya hanya singkat, tak ada pertanyaan balik. Si perempuan mulai bingung dan resah, kenapa tiba-tiba lelaki itu berubah drastis.

Si lelaki bahkan mulai mengomentari, "kamu gemuk banget sekarang" setiap kali ketemu. Padahal awal jadian sering beliin coklat dan berbagai cemilan.
Perempuan ingat, lelaki ini pernah cerita ia berkenalan dengan seorang perempuan lain saat ia menabrak mobilnya. Dan bertemu lagi dengannya yang ternyata saudara atasannya. Si perempuan merasa sedikit tak masuk akal.

Aneh. Sungguh janggal.

Dan akhirnya...
Si perempuan bertanya (yang jawabannya tak jelas) dan mengajukan 'putus', si lelaki tak mau. Dia minta maaf dan berjanji akan berubah. Sayangnya, keadaan tetap seperti itu dan semakin tak nyaman. Meski mereka berusaha untuk membuatnya seperti tak ada apa-apa.

Sampai dititik si perempuan tak tahan dan bertanya, apakah si lelaki sudah bosan dengan HUBUNGAN INI?

Dan jawabannya adalah IYA, dia bosan dengan hubungan ini.

Lantas si perempuan memutuskan untuk menyudahi hubungan. Dan si lelaki meminta maaf, tak bisa menepati janji manis di awal. Si perempuan nangis semalam suntuk. Sakit hati, merasa tertipu, dikhianati.

--

Pernahkah kamu ada diposisi ini? Atau sedang mengalaminya? Atau bahkan berputar-putar dihubungan seperti ini?
Awal pacaran memang kita kadang didominasi perasaan yang menggebu, berdebar-debar, tak bisa tidur, dan sering senyum tanpa alasan. Sms masuk dengan 1 kalimat singkatpun bikin kita semangat seharian. Lihat mukanya aja nyes, apalagi klo ditatap bisa meleleh.

Ya... Ketertarikan awal itu memang seperti itu. Saya menyebutnya sebagai tahap awal jatuh cinta. Dan saya menggambarkannya disini.

Lantas apa selamanya kita akan merasa seperti itu?? sebagian besar tidak dan hampir tidak mungkin kecuali ada keadaan mengancam hubungan yang membuat keduanya harus selalu terpacu mengusahakan hubungan (seperti cinta terlarang, dan sebagainya).

Jadi selanjutnya gimana??

Kelanjutannya adalah (harusnya) masuk ke fase pengenalan, komunikasi dan hubungan lebih stabil. Di bagian ini bagi sebagian orang akan terasa membosankan, jemu dan monoton. Dan sebagian lagi membuat drama-drama yang bikin hubungan bergejolak. Keduanya ada resiko untuk putus ditengah jalan. Sebagian yang bosan, merindukan perasaan awal yang meledak-ledak. Dan sebagian lagi kadang mulai lelah menghadapi gejolak yang tak jarang menimbulkan pertengkaran.

Komunikasi memegang peranan penting dalam tahap ini. Bagaimana bisa menyampaikan sesuatu yang mengganjal dengan cara yang baik, bagaimana bisa mendengarkan dan mempertimbangkan keluhan dari pasangan, bagaimana menyesuaikan antara hak dan kewajiban, dan sebagainya.

Jujur saya akui, pemikiran "harusnya dia tahu" atau "harusnya dia bgini, harusnya dia bgitu" itu salah satu kesalahan terbesar dalam hubungan yang pernah saya jalani. Itu tuntutan yang bahkan tak masuk akal. Yang akhirnya saya belajar, bahwa kita sebaiknya menginformasikan apa yang kita inginkan agar dia tahu. Dan menyadari bahwa dia juga manusia seperti saya, yang juga punya keinginan dan dimengerti.

Jadi akhirnya kami sepakat untuk meminta apa yang memang diinginkan, dan akan berbesar hati bila pasangan tidak selalu bisa memenuhi permintaan kita. Setidaknya pasangan akan lebih tahu dan mengenal apa yang kita mau, apa yang kita suka dan bagaimana memenuhi keinginan kita. Dan... Kalau pasangan melakukan sesuai keinginan kita tanpa diminta, itu adalah bonus buat kita.

Bila tahap ini sudah dilalui biasanya hubungan akan lebih awet dan bertahan. Layaknya sebuah lagu, ritme juga memegang peranan penting dalam hubungan. Ritme membuat hubungan jadi tak monoton dan variatif. Ritme juga tetap menjaga hubungan agar tetap bisa dinikmati dan tak berantakan.

Memang tak ada jaminan untuk pasti sukses dalam sebuah hubungan. Yang ada hanyalah usaha untuk menjaga dan membuatnya menjadi lebih menarik.

--

Ketika kamu dalam sebuah hubungan dan (merasa) tak lagi cinta karena tak merasa hal yang meledak-ledak (seperti diawal-awal), bayangkan dalam jangka waktu tertentu, perasaan meledak-ledak dengan pasangan yang baru juga akan surut. Dan apakah kamu akan beralih lagi ke orang lain lagi?? yang akhirnya tak akan pernah selesai.

Perasaan meledak-ledak itu seiring perjalanan akan surut dan berganti jadi perasaan 'butuh'. Jujurlah dengan pasangan akan kebutuhan yang kamu punya, mintalah pasangan untuk jujur juga. Dan berusaha bersama-sama untuk mengisi dan menjadikan hubungan lebih berwarna :). Cinta bukan hanya perasaan berdebar-debar, meledak-ledak, melainkan perasaan itu adalah bagian dari cinta.

"Cinta itu dinamis, tidak statis"

Selamat merasakan dan menikmati cinta tahap demi tahap.

Salam,

Viba Rosfanty Taufan


Comments

Popular posts from this blog

Kepadamu

Menjadi Dewasa

Random thought.