H -3. Gonna miss you!
Hari ini H-3 menjelang keberangkatan suami saya untuk menimba ilmu (lagi) di sebuah kota yang bernama Semarang.
Setelah melalui perjalanan yang (lumayan) panjang, akhirnya suami saya dapat ikut tes PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis). Dimana ia tidak diperbolehkan ujian di beberapa Fakultas Kedokteran. FYI saat ini sebagian FK telah memasang IPK > 2,75 sebagai prasyarat, baik akademik maupun profesi. Hal ini tentu sangat menyusahkan buat kami alumni FK swasta angkatan tua. Dimana batas nilai kelulusan kami saat itu adalah C yang notabene minimal IPK 2 sudah bisa lulus. Berbeda halnya dengan angkatan muda dan lulusan FK negri yang memasang target minimal lulus adalah nilai B, otomatis mereka sudah mengantongi IPK 3. Agak tragis memang.
Setelah survey ksana kemari dan mencoba daftar (tapi ditolak untuk ikut ujian) akhirnya setelah nyaris putus asa, ketemu juga FK yang belum menggunakan batas IPK 2,75.
FK USU Medan, UNAND Padang, UNUD Bali, UGM Jogja, UNHAS Makasar dan sebagainya telah memasang batasan IPK > 2,75. Jadi sebaiknya teman-teman cepetan daftar. Coba cari info sebanyak-banyaknya.
Balik ke cerita suami saya, alhamdulillah ia lulus untuk ikut PPDS Bedah di FK UNDIP Semarang. Dan itu berarti kami akan menjalani Long Distance Relationship (LDR) :(.
Kebahagiaan dan ketakutan (akan merasa kehilangan) bercampur aduk. Kami merasa banyak sekali hal-hal yang (sudah) menjadi ketergantungan satu dengan lainnya, saling melengkapi, dan berbagi.
Ketakutan terbesar saya adalah kesepian.
Saya tidak tahu apa rasanya 3 hari kedepan, tapi yang pasti saya akan berusaha ngelalui ini demi cita-cita dan impian bersama.
I wanna fight my comfort zone, so I can be more mature and productive.
So fighting Viba!! And good luck for dearest husband ;) I heart U.
Setelah melalui perjalanan yang (lumayan) panjang, akhirnya suami saya dapat ikut tes PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis). Dimana ia tidak diperbolehkan ujian di beberapa Fakultas Kedokteran. FYI saat ini sebagian FK telah memasang IPK > 2,75 sebagai prasyarat, baik akademik maupun profesi. Hal ini tentu sangat menyusahkan buat kami alumni FK swasta angkatan tua. Dimana batas nilai kelulusan kami saat itu adalah C yang notabene minimal IPK 2 sudah bisa lulus. Berbeda halnya dengan angkatan muda dan lulusan FK negri yang memasang target minimal lulus adalah nilai B, otomatis mereka sudah mengantongi IPK 3. Agak tragis memang.
Setelah survey ksana kemari dan mencoba daftar (tapi ditolak untuk ikut ujian) akhirnya setelah nyaris putus asa, ketemu juga FK yang belum menggunakan batas IPK 2,75.
FK USU Medan, UNAND Padang, UNUD Bali, UGM Jogja, UNHAS Makasar dan sebagainya telah memasang batasan IPK > 2,75. Jadi sebaiknya teman-teman cepetan daftar. Coba cari info sebanyak-banyaknya.
Balik ke cerita suami saya, alhamdulillah ia lulus untuk ikut PPDS Bedah di FK UNDIP Semarang. Dan itu berarti kami akan menjalani Long Distance Relationship (LDR) :(.
Kebahagiaan dan ketakutan (akan merasa kehilangan) bercampur aduk. Kami merasa banyak sekali hal-hal yang (sudah) menjadi ketergantungan satu dengan lainnya, saling melengkapi, dan berbagi.
Ketakutan terbesar saya adalah kesepian.
Saya tidak tahu apa rasanya 3 hari kedepan, tapi yang pasti saya akan berusaha ngelalui ini demi cita-cita dan impian bersama.
I wanna fight my comfort zone, so I can be more mature and productive.
So fighting Viba!! And good luck for dearest husband ;) I heart U.
Comments
Post a Comment