Kemerdekaan
Hari ini hari kemerdekaan indonesia. Genap sudah 66 tahun kita bebas dari penjajah bangsa lain. 66 Tahun yang lalu presiden pertama kita, Bapak Sukarno membacakan teks proklamasi kemerdekaan yang disambut meriah dengan kelegaan dihati rakyat Indonesia.
Lalu setelah sekian lama kita merasakan kemerdekaan, apa kita memang sudah merdeka?
Saya merasa, (terutama saat ini) kita justru dijajah oleh petinggi negara kita sendiri dengan berbagai macam kedok. Banyak bukti yang sudah terlihat jelas (namun masih ditutup-tutupi seakan rakyat bisu, tuli atau memang bodoh). Berbagai masalah yang tampil di berita hilir mudik, heboh, tapi selalu berujung ngambang, tak selesai, rancu, dan sebagainya. Berbagai macam taktik politik (yang jelas terbaca) dijalankan. Mereka yang 'bersalah' selalu beralibi dan mengkambing hitamkan berbagai macam hal. Sudah rahasia umum negara kita punya batasan yang aneh untuk mematuhi hukum.
Pertolongan 'melanggar hukum' dianggap sebagai kebaikan yang membuat kita merasa (harus) berhutang budi. Bahkan kadang prosedur simple, agak sedikit diperumit hanya untuk membuktikan bahwa 'pertolongan' itu berjalan yang membuat kita (mau tidak mau) membalas budi (dengan uang dan lainnya). Bahkan sebagian orang harus menyelipkan lembaran rupiah agar urusan mereka lancar. Karena selipan rupiah ini kadang yang membuat mereka melayani kita dengan sepenuh hati, bahkaan sering mengambil 'jatah' curang.
Tak jarang agar urusan yang berkenaan dengan pemerintahan dan sebagainya harus memakai embel-embel "kenal siapa". Sangsi pun menjadi tak ada artinya kalau kita kenal "orang penting".
Jadi kemerdekaan seperti apa yang sudah terjadi?
Merdeka memindahkan sederet nominal uang negara (uang rakyat) kedalam akun pribadi.
Merdeka untuk memanipulasi data-data dalam tugas pribadi.
Merdeka untuk melakukan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.
Merdeka dari nurani dan empati.
Dan memerdekakan diri untuk membuang rasa malu atas semua perlakuan itu
Kemerdekaan.
Merdeka, yang berarti bebas.
Yang berarti bisa berbuat sesuai yang diinginkan.
Jangan sampai disalahgunakan.
Saya berharap kita sama-sama berbenah diri dan intropeksi serta secara jujur menilai diri sendiri. Dimulai dari mengetahui definisi dan batasan dari Hukum serta mengenal istilah KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) secara gamblang, kemudian dihayati dan dihindari. Berani mengambil tindakan saat mengetahui hal itu terjadi.
Sampai dimana perjuangan kita mempertahankan kemerdekaan?
Bagaimana mewujudkan negara yang dapat memenuhi semua kepentingan, yang tentunya dimulai dari hal kecil, dari kehidupan sehari-hari. Dalam keluarga dan bermasyarakat.
Saya pun merasa belum berbuat apa-apa untuk negara kita tercinta ini. Tulisan ini hanya sebentuk opini dan juga menjadi alat bantu serta motivasi untuk saya sendiri agar setidaknya menjadi warga negara yang baik.
Sesuatu yang besar dimulai dari hal kecil yang berkesinambungan.
Semua butuh proses, yang instan belum tentu abadi.
Salam Kemerdekaan,
Viba Rosfanty Taufan.
17 Agustus 2011

Comments
Post a Comment