Nama Belakang istri

Lagi-lagi tentang nama, saya pernah membahas tentang nama pada artikel yang ini. Namun mungkin dalam konteks yang berbeda. Kali ini tentang perubahan nama belakang (yang biasanya menggunakan nama bapak).
Beberapa saat yang lalu saya terpicu untuk merubah nama belakang saya menjadi nama suami, lantaran banyak teman saya yang baru menikah langsung merubah nama belakangnya. Kemudian saya ubah nama saya, dari 'Rosfanty Taufan' menjadi 'Rosfanty Fitrizan'.

Janggal. Aneh.
Gak sreg.
Yang ada di pikiran saya. 

Trus masa nama (alm.) papa saya hilang begitu saja? Nama yang sudah sekian puluh tahun saya sandang, nama yang saya banggakan sebagai anak perempuan (alm.) papa saya.

Memang telat sih saya merubahnya. Setelah 2 tahun lebih, saya baru mencoba memakai nama suami saya. Sebenernya saya sempat kurang nyaman, karena beberapa orang di situs pertemanan dan sebagainya sering salah mengira. Mereka mengira suami saya bernama 'Taufan', padahal itu nama papa saya :p;
Apa ini adat istiadat, trend, atau memang aturan baku?

Akan tetapi.....
Bagi saya, saya lebih nyaman menggunakan nama yang diberikan orang tua saya. Dan saya tetap mau membawa nama (alm.) papa saya. Karena tidak ada yang namanya bekas anak atau bekas orang tua :).

Anak-anak saya kelak yang akan memakai nama suami saya yang notabene sebagai bapaknya.

So... Sekali lagi. Nama saya Viba Rosfanty Taufan.
Bagaimana pendapat anda?

Viba Rosfanty Taufan | 23 oktober 2010

Comments

  1. Hi sayang, lama ndak mampir sini ;)

    Same here, lebih memilih untuk memakai nama asli pemberian orangtua. Setauku masalah memberikan nama suami di belakang nama istri itu hanya sebuah kebiasaan semata. Dan tergantung niat dalam penggunaannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hallo kak...
      iya nih, aku juga udah lama gak berkunjung....
      btw makasih ya commentnyaaaa.

      nanti aku main-main ke blog kakak yaaa :)

      Delete
  2. setuju banget, nama orang tua jangan pernah dilepas, karna itu pemberian dan doa dari orang tua kita

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Kepadamu

Menjadi Dewasa

Random thought.