Tentang Eden

Hari ini saya mendapat kabar yang membuat sesak. Bukan... Bukan kabar buruk, melainkan kabar yang amat sangat baik.

'Viba aku lulus'

Sebuah kalimat pendek yang berefek sangat dasyat. Pesan ini tampil di BBM (BlackBerry Message) saya. Betapa senang hati saya, satu orang lagi teman-sahabat saya yang telah siap lepas landas menuju tingkat kesuksesan yang lebih tinggi. Meskipun saya menyebut sukses sebagai proses, tapi ia telah melewati beberapa proses sukses itu dengan sukses.

Saya cerita sedikit ya mengenai sahabat saya ini (dan hubungan kami).

Namanya Eden, dengan paras ambon-jawa-belanda. Pertama kali lihat saya sudah bisa langsung tertarik dan berguman "cantik!". Ia sempat menegur saya ketika pertamakali bertemu, "dan ramah!" Ucap saya dalam hati.

Kami bersahabat sejak SMU, tepatnya kelas 2 dimulai dari sebuah ketidaksengajaan kami bisa sekelas lagi. Entah kenapa lantas kami cocok, dan yakin ada yang spesial dari hubungan ini.
Saya dan Eden bagai dua kutub yang berbeda (tetapi bukankah itu yang justru membuatnya saling tarik-menarik?).

Hidup Eden tertata rapih, disiplin dan semua harus melalui rencana. Ia juga sangat selektif dalam memilih teman, benda dan berbagai hal lainnya. Eden tahu bagaimana harus bersikap, berpenampilan dan bertindak. Jadwal eden dalam satu minggu penuh. Senin-rabu-jum'at les ini, selasa-kamis les itu, sabtu hari keluarga dan minggu ke gereja. Jadi kalau mau pergi di hari sabtu atau minggu harus janjian minimal 1-2 minggu sebelumnya.

Berbeda sekali dengan saya. Hidup saya yang lebih ke spontanitas dan hanya melakukan yang saya inginkan. Berpenampilan sesuai keinginan, easy going dan membuka diri untuk bergaul dengan siapa aja (meski tidak intens). Saya selalu punya waktu luang, tidak suka hal monoton dan mengikat. Itulah sebabnya saya jarang mengambil les (kalau tidak kepepet). Rencana kadang bagi saya hanya rencana, karena kalah dengan spontanitas.

Lalu bagaimana kami memulai dan menjalani pertemanan ini? 
Semua mengalir begitu saja. Eden banyak mengajarkan saya tentang penampilan, norma dan kebiasaan. Sedangkan saya pun membagi ilmu agar eden lebih luwes dalam menjalani hidup.

Eden mengajak saya ke salon, meyakinkan diri saya bahwa perempuan dapat tampil menarik. Ia meracuni saya dengan dandanan feminim ketika pergi ke acara-acara selama di SMU. Dia terus mendorong kepercayaan diri saya. Dan banyak hal lainnya yang membuat perubahan positif dalam diri saya.

Banyak orang yang menyangka Eden orang yang sombong, acuh dan pemilih dalam berteman. Tapi bukankah itu hanya kesan awal? Untuk menjadi teman, Eden adalah seseorang yang setia, sabar dan 'hatinya begitu baik'. Bukan hanya baik, tapi 'hatinya baik'. Itu salah satu hal yang membuat saya salut setengah mati. Pemaaf, pengertian, tulus. TULUS! Ini yang penting.

Kata-kata terdasyatnya, "Ba.. Gimanapun keadaan lo, jadi apapun lo nanti, dan apapun yang terjadi. Gue akan selalu sayang sama lo. Jangan sedih lagi ya". Itu suatu perkataan yang satu kali terucap punya peran berkali-kali dalam hidup saya. Dan saya yakin dia bukan hanya sekedar berucap (seperti beberapa orang yang saya kenal).

Eden selalu punya hal-hal mengejutkan yang membuat saya terus mengagumi dia. Bahkan ketika saya sedang kesal dengan dia sekalipun.

Eden bisa membuat suatu yang biasa menjadi sesuatu yang luar biasa (bagi saya). Ia menjalankan hidupnya step by step, terencana, terarah dan sistematis. Gak banyak mau. Simple. Dan yang pasti ia mendapatkan semua itu meskipun melewati proses yang tidak mudah.

Salah satu impiannya adalah 'ingin punya pacar bule, sekolah dan tinggal di luar negri'.

Ya. setelah menyelesaikan kuliahnya di jurusan Psikologi YAI, ia bergegas berangkat ke Australia untuk mengambil S2 bidang bisnis. Dan sekarang ia telah menyelesaikannya!
Saya benar-benar sesak karena kagum kepadanya. Mata saya sempat berair karena senang. Dan gemas karena ia semakin cantik dan lucu.

 Eden... Eden...
Terima kasih sudah hadir di hidup saya,
memberikan kontribusi yang besar untuk saya.

Congrats, saya salut dan bangga den.
Never stop to amaze me!


Love you Eden
 ...

Viba Rosfanty Taufan | Bengkalis, 5 Juli 2010

Comments

Popular posts from this blog

Kepadamu

Menjadi Dewasa

Random thought.