Sayang
Memang beda rasanya kalau tak ada kamu disini.
Hampa. Sepi. Nelangsa.
Aku mau kamu.
Mau kamu disini.
Saat kamu ada, aku tak tahu.
Sungguh tak tahu betapa banyak aku menyiakan kesempatan.
Kesempatan untuk melayanimu, menemanimu, bersenda gurau, berbincang.
Begitu banyak waktu terlewat.
Saat seperti ini, semua terasa.
Betapa singkat waktu yang kita miliki.
Bahkan ketika aku mengira telah banyak kenangan yang kita ukir,
Ternyata belum cukup banyak.
Sayang,
Rasanya dunia ini akan sangat berbeda tanpamu.
Aku begitu takut bila membayangkan kehilangan kamu.
Akan lebih perih dari sunyinya malam ini.
Akan lebih menyayat dari ketidakhadiranmu saat ini.
Aku kira..
Semua hal yang kita lalui biasa saja,
Mengalir seiring perubahan waktu.
Aku kira hal yang wajar dan telah jadi suatu kebiasaan.
Ternyata...
Begitu banyak perhatian-perhatian kecilmu yang membuat gelombang saraf ini terus bekerja.
Cuplikan demi cuplikan tampil bergantian.
Begitu besar peranmu disini.
Dihidupku. Dihatiku.
Sayang,
Jangan terlalu lama kau meninggalkanku.
...
Viba Rosfanty Taufan | 19 Juli 2010
Hampa. Sepi. Nelangsa.
Aku mau kamu.
Mau kamu disini.
Saat kamu ada, aku tak tahu.
Sungguh tak tahu betapa banyak aku menyiakan kesempatan.
Kesempatan untuk melayanimu, menemanimu, bersenda gurau, berbincang.
Begitu banyak waktu terlewat.
Saat seperti ini, semua terasa.
Betapa singkat waktu yang kita miliki.
Bahkan ketika aku mengira telah banyak kenangan yang kita ukir,
Ternyata belum cukup banyak.
Sayang,
Rasanya dunia ini akan sangat berbeda tanpamu.
Aku begitu takut bila membayangkan kehilangan kamu.
Akan lebih perih dari sunyinya malam ini.
Akan lebih menyayat dari ketidakhadiranmu saat ini.
Aku kira..
Semua hal yang kita lalui biasa saja,
Mengalir seiring perubahan waktu.
Aku kira hal yang wajar dan telah jadi suatu kebiasaan.
Ternyata...
Begitu banyak perhatian-perhatian kecilmu yang membuat gelombang saraf ini terus bekerja.
Cuplikan demi cuplikan tampil bergantian.
Begitu besar peranmu disini.
Dihidupku. Dihatiku.
Sayang,
Jangan terlalu lama kau meninggalkanku.
...
Viba Rosfanty Taufan | 19 Juli 2010
Comments
Post a Comment