Tentang Keterbatasan dan waktu
…
R: Gw dari dulu benci birokrasi, gak suka ngadep2, males klo dipasangin tali kekang, bisa kemana2 tp gak jauh, jauh dikit ditarik talinya
R: Hal terburuk dari keterbatasan yang benar2 mencekik roh kita, adalah kita benar2 gak diberi waktu untuk menangisi diri, waktu untuk menyalurkan emosi, cuma berpikir bagaimana besok roda hidup bisa terus berputar.
R: Makanya klo liat muka org yang benar2 dlm keterbatasan, ekspresi emosi mereka terbatas, airmatanya mahal, semua nya terpahat di garis muka.
R: Ironis yah?
V: Mungkin sombong ya kata-kata gw : "saya suka hidup dalam keterbatasan"
R: Sombong?gak juga. Menurut gw ketidaktahuan itu gak bisa dibilang sombong.
V: Ada dua perbedaan yang gw sadari, keterbatasan dan membatasi diri...
R: Cuma, jujur, orang yang pernah/sedang berada dalam keterbatasan gak akan pernah bilang "aku suka hidup dalam keterbatasan"
R: Untuk mimpi mahal, krn mimpi muncul dalam tidur nyenyak, dan tidur nyenyak itu yang mahal, krn susah tidur dengan sejuta masalah, beban utang yang menggerogoti.
R: Dan sekarang gw susah bgt bedain realita sama pesimisme.
R: Itulah kenapa nenek2 tukang jualan daun sirih di pasar becek udah puluhan tahun cuma jualan sirih, dulu gw akan mikir dia bodoh gak mau ngerubah nasib, gak mau berpikir maju. Tapi skrg gw bisa sedikit ngerti keadaan dia yang maksa dia untuk jalan terus, krn waktu untuk ngereview semua aja mahal, anak2nya harus makan.
R: Bangun, masak,ke kebun, metik daun sirih, jualan sampe malem kdg gak laku, pulang, masak, tidur. Terus berulang.
R: Dan gimana mencengangkannya klo apa yang paling gw inginkan saat ini itu gak bisa dihargain dengan mata uang apapun, gw cuma mau waktu. Klo gw punya waktu, bisa gw tukar sama kesempatan.
V: Ya bener WAKTU... Paling mahal!!
…
5 Juni 2010 | R is RAP
Comments
Post a Comment