Surat dari papa

Hallo anakku,

Papa tidak akan bertanya apa kabar? Karena papa sudah tahu kabarmu.
Kabar papa baik anakku..

Papa tahu ada kesedihan yang melandamu sayang. Kesedihan dasyat yang membuat perasaanmu semakin terpuruk. Sabar ya sayang... Ingat sayang! Papa sudah tanamkan bekal untukmu dahulu. Papa sudah ajarkan dasar-dasar menjalani hidup. Kamu saksi bahwa telah banyak yang papa lewati, papa juga banyak belajar ramuan penawar rasa sakit, ramuan penghilang rasa benci dan ramuan untuk terus ikhlas. Papa tahu ilmu papa terbatas untuk mengajarimu nak, masih sangat kecil dibanding Pencipta kita. Papa mau kamu kelak tetap berdiri tegar menghadapi hidup, kamu akan belajar menjadi lebih baik dari kesalahan-kesalahanmu, kamu akan belajar lebih bijak dari kesalahan orang lain dan kamu akan belajar semua hal yang akan kamu lewati di hidup ini.

Jangan tutup mata batinmu wahai anakku. Rasakan dunia dalam hatimu. Cintai setiap detik waktumu, setiap helai napasmu. Terima semua, kita tidak bisa memilih hidup sayang, kita hanya bisa memilih bagaimana kita bereaksi dan memilih untuk berperasaan.

Sudah takdirnya dunia terus berputar. Banyak orang yang terus berkutat pada masalah yang sama. Tapi anakku, papa yakin kamu bisa, kamu bisa melewati tahap demi tahap kehidupanmu. Papa yakin kamu giat belajar untuk menjadi lebih baik. Tapi bukan itu poinnya, yang terpenting adalah kamu harus menerima diri kamu sendiri dengan segala macam kekurangan dan kelebihan.

Sayang, tebarkan pesona senyummu. Jangan biarkan dunia ikut menangis bersamamu. Cukup. Biarkan dunia ikut tertawa karena hadirmu. Tebarkan kebahagiaan sayang, masih banyak orang yang butuh dibahagiakan, begitu juga dengan diri kita kan??

Anakku.. Meski saat ini papa tidak mendampingimu. Papa tidak pernah sedetikpun mengalihkan pandangan darimu. Papa memperhatikanmu, untuk terus tumbuh dan berkembang. Langkah demi langkah, telusuri dan rasakan nikmatnya anakku.

Papa tahu kepedihan terbesarmu adalah melihat papa tersakiti, karena itulah papa cepat ditarik kembali dari dunia. Karena Pencipta kita tahu, itulah pelajaran paling berharga untukmu nak. Yaitu hidup tanpa didampingi oleh papa.

Papa disini tetap tersenyum, masih dengan senyum yang sama seperti yang ada diingatanmu. Papa senang disini, karena papa bisa mengawasimu setiap saat.

Anakku bangkitlah, buang semua kesedihan. Papa tahu apa yang tidak terucap. Dan papa akan memelukmu pada malam hari melalui selimut tebal dan kehangatan suamimu.
Jadi anakku.. Janganlah kamu risau, lebarkan sayapmu dan terbanglah melaju. Tidak usah kamu pikirkan hal yang tidak perlu.

Papa selalu mendukungmu...

Salam,
Papa disuatu tempat 


Viba Rosfanty Taufan | Bengkalis, 27 mei 2010

Comments

  1. Mba,"surat"nya menyentuh banget bikin aku tambah kangen bapakku...
    ijin share di fesbukku ya mba...

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Kepadamu

Menjadi Dewasa

Random thought.