Azura (3) | Kepercayaan
Satu hal lagi yang membuat Azura semakin terpuruk. Ia menyadari bahwa kepercayaan tak lagi lekat didirinya. Kepercayaan pada dirinya, pada keadaan dan pada lelaki itu. Lelaki yang dahulu amat sangat dicintai, yang bahkan sampai sekarang tidak bisa ia lupakan.
Azura berusaha menjalankan aktivitasnya seperti biasa. Berusaha lepas dari bayang-bayang tentang lelaki itu. Lelaki yg bersamanya sejak 4 tahun terakhir.
Adnan. Satu nama itu.
Lintasan-lintasan kenangan selalu dan selalu hadir. Semenjak kejadian yang menyakiti hatinya, semua hal jadi berbeda. Dunia tak lagi sama buat Azura.
--
Hujan. Hujan.
Aku ingin berjalan dalam hujan, aku ingin merasakan rintik air itu menerpa tubuhku. Bahkan aku suka berdiri dalam derasnya hujan, ketika pandangan mataku tak lagi jernih. Ketika air mata melebur menjadi satu dengan hujan. Dimana sepinya jalan berbaur dengan sepi dihati dan suara gemuruh berlomba-lomba dengan jeritan hati. Aku suka. Situasi yang paling kusukai sejak kejadian itu. Aku ingin semua lenyap tersirap bersama hujan. Dan berganti. Seperti juga mentari yang hadir setelah hujan... Menghangatkan hatiku kembali, membagi cerianya untukku. Ntah kapan.
Apa aku masih bisa percaya padamu hujan?
---
Azura menghela napas...
VibaHolic | Jakarta, 7 Mei 2010
Comments
Post a Comment