Saya hanya manusia biasa..
Dulu sekali saya pernah berteman baik dengan seseorang (yang orang-orang bilang "sudah seperti soulmate" padahal lebay banget ah!!). Saya tahu dulu saya memang orang yang tidak tegas, selalu mementingkan teman bahkan kadang diatas kepentingan saya sendiri. Hingga kadang masalah UANG pun tidak jelas hitung-hitungannya. Dia sering memakai uang saya, "pake uang lo dulu ya". Dan kadang saya memakai uang dia. Tapi kebanyakan uang saya yang dipakainya. Dia pernah tinggal dirumah saya karena ada masalah keluarga, saya pun tak keberatan. Tapi lama-lama ntah kenapa saya mulai muak dengannya. Saya merasa tidak bisa berkembang jika terus berada disampingnya.
Kemudian hubungan kami mulai renggang, dia pun cemburu (iri,dengki,dsb) ketika saya dekat dengan seseorang yang (saat ini) bisa saya sebut SAHABAT saya. Namun saya tidak ingin memutus silaturahmi. Meskipun 'dekat' kembali. Tapi saya selalu menempatkan jarak. Saya tidak ingin jarak itu ditembus kembali. Sampai pada suatu saat dia meminjam uang kepada ibu saya, berbicara melalui telpon, dan saat itu pula ditransfer uangnya ke rekeningnya. Dia mengatakan akan membayarnya 1 minggu kemudian (kejadian ini terjadi sekitar lebih dari 4 tahun yang lalu...). Setelah satu minggu terlewati, tak ada kabar berita, sms, telpon dan basa basi pemberitahuan lainnya pun tak ada. Betapa dia tidak MENGHARGAI ibu saya, yang memang ibu saya pun (sebenarnya) tidak suka kepadanya. Berbulan-bulan, bertahun-tahun tak juga dibayar. Saya tahu dia seseorang yang sembrono dan boros dengan uang. Berapapun yang ada di tangannya akan habis. Apalagi dalam keadaan susah.
Menurut saya "membayar hutang itu bukan mampu atau tidak, tetapi mau atau tidak".
Saya akui saya pun salah, karena entah polos (atau bener-bener bodoh) jadi saya sering dimanfaatkan. Saya tahu saya yang 'mengundang' orang lain untuk membodohi saya. Dikarenakan sikap saya yang tidak punya ketegasan dan batasan kuat. Sehingga sedikit demi sedikit akhirnya saya belajar dan banyak belajar.
Tapi kali ini tidak bisa ditolerir, ini menyangkut orang tua, dia langsung meminjam uang dari ibu saya. Apa itu kebodohan saya???atau kebodohan ibu saya???
Tidak masuk di akal. Ketika butuh dan terjepit, dengan mudahnya meminta pertolongan. Setelah itu tak ada tanggung jawab nya!!
"apakah salah saya meminta hak saya kembali??".
Saya tidak membungakan uangnya, masih dengan angka yang sama saya tagih. Dan ketika saya tagih, selalu diakhiri dengan pertengkaran. Ia mengeluarkan serentetan kata yang sering didramatisir. Akhirnya berujung dengan saling menyakiti!! Saya benci...
'saya hanya manusia biasa yang bisa membenci'
Saya menulis ini karena saya sudah sangat muak dengannya, dan saya hanya ingin hak saya kembali!! Setelah itu saya tidak akan mengganggu gugat dia. Cukup sudah.
Memang dalam hidup saya ada beberapa orang yang ingin saya hindari, orang-orang yang (menurut saya) mengganggu kenyamanan hidup saya. Bukankah kita punya hak memilih???
Beberapa orang mengatakan dan mengharapkan hubungan kami kembali akrab. Apakah anda dapat mengakrabkan diri kembali dengan orang yang seperti ini??? Bagi saya tidak. Itu sebuah hal konyol.. Cukup bagi saya tentang hal ini ditambah banyak kekecewaan lainnya. Bahkan dulu sekali ia pernah menuduh saya lesbi (penyuka sesama jenis). Betapa sakit hati saya. Sungguh tidak beralasan. Ketika saya muak dan pergi meninggalkannya, dia yang cemburu dan marah setengah mati. Bahkan mengancam sahabat saya!! bingung memang!! Jadi menurut anda siapa yang lesbi?? haha..
Hal ini terungkit kembali dikarenakan ada seorang teman saya yang menanyakan hubungan saya dengan dia melalui sms tadi malam. Katanya dia sempat cerita ke teman saya ini, sehingga teman saya ini menanyakan masalah ini dengan tajam dan dikupas tuntas. Didahului dengan basa basi tentunya. Hal ini tentu membakar emosi saya kembali. Meskipun ujungnya teman saya ini angkat tangan, "hands up" katanya.
Bagi anda semua yang membaca, terima kasih atas waktunya. Semoga anda bisa menarik hikmah dari kejadian saya. Jangan terlalu percaya dengan orang lain, apalagi masalah uang, duit, money, hepeng... Ya apapun sebutannya.
"memang benar uang bisa membuat perselisihan, peperangan, pembunuhan, dsb."
Tapi kali ini saya lebih muak kepada sikap dibalik itu semua.
Dan saat ini saya bersyukur banyak mempunyai teman dekat yang tidak seperti 'dia'.
Mudah-mudahan kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT. Amiiinnn...
Pekan Baru, Mei 2009
Comments
Post a Comment