Rasa Kangen untuk Adik

Saat ini saya sedang menunggu adik ipar saya diparkiran kampusnya. Ia sedang sakit namun harus segera mendaftar kan diri untuk mengikuti wisuda.

Cuaca hari ini begitu panas mencekam. Ditunjang dengan kampus yang gersang, serasa berada di mesir (kebetulan adik ipar saya kuliah di UIN-Pekan Baru). AC didalam mobil tidak sanggup mengalahkan panasnya cuaca. Subhanallah....


Dan saat ini...

Pikiran saya melayang. Teringat akan adik laki-laki saya yang sering mengantar saya ke kampus, menemani urusan-urusan saya disaat menjelang kelulusan saya waktu itu.

Saya menjadi sangat rindu padanya, pada kebersamaan kami. Begitu banyak hal-hal yang begitu berarti yang telah dilakukannya. Dari mengantar saya ke kampus dan menunggu di mobil hingga berkeringat, kadang tertidur dibuatnya. Kemudian membeli obat dan alat kedokteran di pramuka, mempersiapkan pernikahan saya, memesan dan ikut memilihkan kebaya pengantin, ke tempat foto prewedding, dan sebagainya. Bahkan 'mereka' mengira adik saya ini adalah calon suami saya, karena kebetulan calon suami saya (saat itu) tinggal di Bengkailis utk PTT.


Suatu kali ia mengantar saya ke kampus untuk ujian skripsi, saya mendapat jadwal jam 11.00. Ternyata berangkat jam 7.30 belum cukup. Kami terjebak macet di daerah kuningan. Saya hanya bisa pasrah, karena saat itu telah jam 10.35. Adik saya mengomel dan berusaha untuk cepat sampai, ia stress.

"ya udahlah qip(panggilan syg saya utk dia). pasrah ajalah, mo diapain"
"gak bisa gitu, masalahnya ini ujian skripsi lo ni...ini kan penting!! Sialan macet, parah bgt!"

Ia menjadi uring-uringan dan membawa mobil dengan kecepatan tinggi terlepas macet
Dan alhamdulillah kami sampai tepat waktu. Dan ujian skripsi saya berjalan lancar!!


Ada lagi yang tidak lepas dari ingatan saya, ketika saya mengikuti ujian kompetensi. (UKDI) 5 menit sebelum mulai saya teringat, sewaktu try out sebelumnya saya hampir mati lemas karena kehausan. Jadi saya ijin ke kamar mandi dan saya turun ke bawah dari lantai 7 (di gedung UKI-grogol).

"qip msh ada minum gak???"

"yah yang tinggal dikit tadi gw abisin"


"duh gmn dong gw kehausan kemaren, gw lupa! duh gw bisa kehausan pas ujian niiih...."


"ya udah lo tunggu diatas, gw beliin!"

Spontan dia lgs lari membeli minum yang saya tahu lokasinya agak jauh... Dan alhamdulillah saya terima pas 1 mnt sebelum dimulai, alhamdulillah tidak jadi kehausan...

Begitu banyak ternyata kebaikannya. Dan masih banyak lagi yg tidak mungkin saya sebut satu persatu. Ya Allah lindungilah dirinya, berilah kesehatan dan kesuksesan untuknya.

Saya rindu padanya.

Saya benar-benar terharu pada ketulusannya mendukung saya, membuat saya lebih baik dan ikut bahagia dengan kebaikan saya.

Juga tak lupa saya ucapkan terima kasih untuk menggantikan alm. Papa 'menikahkan' saya.

Luv u always bro


Dedicated for Rofanda Taufan
--
25 mei 2009
Pekan Baru

Comments

Popular posts from this blog

Kepadamu

Menjadi Dewasa

Random thought.