Tentang PPDS
Di suatu saat suami saya berkata, “sayang… gimana kalau aku duluan yang tes PPSD (Spesialis). Soalnya kalau barengan aku takut kamu lulus dan aku gak lulus… ntar kita pisah dong. Aku gak mau pisah sama kamu.”
“ oohh.. begitu. Aku juga gak mau pisah sih sama kamu. Tapi cita-cita aku….. ”
Setelah ambil napas dalam-dalam…
“iya gak apa-apa sayang… aku ngerti kok. Aku gak mau ngorbanin apapun nantinya!! Mudah-mudahan kita sama-sama diterima ya sayang. Amiiinn”
Nah… berarti rencana saya untuk ikut tes PPDS di FK Udayana bulan September ditunda lagi ya. Yah apa boleh buat, saya mengerti… dan saya tahu akan kodrat saya. Saya harus mendahulukan suami saya dan keluarga, karena itu tugas saya. Bukan berarti gak boleh sekolah tinggi-tinggi… ini kan hanya sebuah penundaan. InsyaAllah saya ikhlas dan rela berbuat apa saja untuk keutuhan rumah tangga saya… karena saya telah berjanji dalam hati saya untuk terus mendampingi suami saya.
Ya Allah.. berikanlah yang terbaik kepada keluarga kami. Karena kami tahu semua ini adalah pilihan diatas takdirMu ya Allah. Kami tidak tahu apakah Pilihan kami baik?? Apakah benar?? Kami hanya berharap Ridho mu ya Allah..
Comments
Post a Comment