Dilema.. Semua butuh pengorbanan!!
Saya dan suami kini tinggal di Bengkalis-Riau. Awalnya kami tinggal disini karena suami bekerja sebagai PTT(Pegawai Tidak Tetap) di Puskesmas Bengkalis. Setelah menikah saya pun menyusul tinggal disini (kami menikah bulan Agustus 2008, saya menyusul akhir bulan Oktober 2008). kami tinggal di rumah alm.datuk Zainal Abidin, ayahnya ibu mertua saya. rumah ini sudah 70 thn-an berdiri. rumah yang terbuat dari kayu namun masih nyaman untuk ditinggali. sesuai dengan keadaan kota (pulau) Bengkalis yg tenang dan masih suasana perdesaan. jauh dari hal2 yang memusingkan layaknya dikota!!
berikut ini saya tampilkan keadaan kota dan rumah kami:
untuk melihat foto lainnya
Bulan januari lalu suami ikut tes CPNS, ayah mertua saya yg menyarankan. lantaran ayah dan ibu mertua saya seorang PNS. ternyata tanpa perlu ngotot, suami diterima. alhdulillah meskipun sebelumnya kami tidak punya niat untuk masuk jalur PNS. kini suami sedang menunggu keluarnya SK CPNS untuk dapat mendaftar PPDS, karena kami berniat untuk melanjutkan sekolah lagi(PPDS/S2). sebelumnya kami sangat antusias untuk ikut tes di UI. Namun setelah dipertimbangkan, kami memutuskan untuk mengikuti tes PPDS di FK Udayana-Bali. Karena kemungkinan untuk lolos tes besar. selain itu ada salah seorang kenalan kami yg bekerja sebagai dosen disana. Ia seorang spesialis orthopaedi, profesi yg diminati oleh suami. kami mendapatkan informasi dari beliau. Selain itu suasana Bali juga menjadi pertimbangan yg tak kalah penting untuk kami nikmati...
sayangnya, tiba2 saya tersadar dan langsung terfikir... bagaimana bila seandainya nanti kami dikaruniai seorang anak?? dengan siapa ia dirumah?? bila saya pun harus 'kuliah'. entahlah... hal itu masih terus mengganggu pikiran saya. saya tidak ingin menyerahkan 'anugrah' (mengurus anak) kepada siapapun. saya benar2 ingin merawatnya dengan tangan saya sendiri. saya tak mau ia (anak saya) kelak lebih dekat dengan orang lain. saat ini saya benar2 bingung.
suami saya dengan santainya berkata "kan ada neneknya.. suruh aja ibu. sebelum minta tolong, pasti ibu yg akan maksa untuk mengurusnya."
tidaaakkkk...
tidak bisa!! nenek harus tetap berperan sebagai nenek!! bukan jadi ibu... saya tidak setuju...
dilema memang... benar adanya bila hidup membutuhkan pengorbanan. tapi saya tidak sudi mengorbankan hal yang 1 ini. semoga kami dapat mengambil keputusan yg paling bijak mengenai hal ini... amiiinn..

Comments
Post a Comment